Pertanyaan yang lebih penting ialah: ketentuan mana yang dijadikan dasar keputusan, pelanggaran apa yang dinyatakan terbukti, siapa yang berwenang menetapkan tindakan tersebut, dan bagaimana prosedur yang diwajibkan organisasi telah dipenuhi?
Apakah telah dilakukan pemeriksaan terhadap fakta dan bukti? Apakah pihak yang bersangkutan diberi kesempatan yang patut untuk menjelaskan posisinya? Apakah keputusan diambil oleh organ yang berwenang melalui mekanisme yang sesuai? Apakah ada ketentuan khusus dalam tata tertib MPP XXXVII yang menjadi dasar tindakan tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan ini bukan bentuk perlawanan terhadap Pengurus Besar. Sebaliknya, inilah bentuk penghormatan terhadap konstitusi organisasi.
Sebab, kewibawaan pemimpin tidak lahir hanya dari kemampuan menjatuhkan keputusan. Kewibawaan juga tumbuh ketika keputusan itu dapat dijelaskan, diuji, dan dipertanggungjawabkan berdasarkan aturan.
Pemberhentian Bukan Jawaban Otomatis atas Persoalan Etika
Apabila terdapat dugaan pelanggaran etika dalam persidangan, organisasi tentu memiliki hak dan tanggung jawab untuk menanganinya. Forum yang tertib membutuhkan aturan, dan kepemimpinan yang sehat tidak boleh membiarkan penghinaan maupun tindakan yang merusak jalannya persidangan.










