BeritaDaerahOpiniUtama

Jika Kritik Dianggap Ancaman, Masihkah AMGPM Menjadi Rumah bagi Perbedaan Pendapat? 

33
×

Jika Kritik Dianggap Ancaman, Masihkah AMGPM Menjadi Rumah bagi Perbedaan Pendapat? 

Sebarkan artikel ini

Rumah yang Besar Tidak Takut pada Suara yang Berbeda

Pada akhirnya, pemberhentian dua pengurus dapat menjadi peristiwa administratif yang berlalu. Namun, cara organisasi menangani perbedaan pendapat akan meninggalkan ingatan yang lebih panjang dalam benak kader.

Mereka akan mengingat apakah kritik disambut dengan dialog atau kecurigaan. Mereka akan belajar apakah aturan berlaku secara konsisten atau bergantung pada siapa yang sedang dikritik. Mereka akan menilai apakah jabatan digunakan untuk melayani organisasi atau justru menjadi tembok yang membatasi koreksi.

Karena itu, pertanyaan dalam judul tulisan ini patut menjadi bahan perenungan bersama: jika kritik dianggap ancaman, masihkah AMGPM menjadi rumah bagi perbedaan pendapat?

Rumah yang besar bukanlah rumah yang tidak pernah mengalami perselisihan. Rumah yang besar ialah rumah yang mampu menyelesaikan perselisihan tanpa kehilangan kasih, menegakkan disiplin tanpa mengabaikan keadilan, dan mempertahankan kewibawaan tanpa membungkam kebenaran.

Baca Juga  RTRW Ambon 2025–2045 Dibahas, Harry Far Far Minta Kawasan Pesisir Diatur Jelas

Kita tidak sedang menuntut organisasi tanpa aturan. 

Kita sedang mengharapkan organisasi yang menegakkan aturan secara adil. Kita tidak sedang menolak kepemimpinan. Kita sedang mengingatkan bahwa kepemimpinan harus bersedia diawasi dan dikoreksi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *