BeritaDaerahOpiniUtama

Jika Kritik Dianggap Ancaman, Masihkah AMGPM Menjadi Rumah bagi Perbedaan Pendapat? 

36
×

Jika Kritik Dianggap Ancaman, Masihkah AMGPM Menjadi Rumah bagi Perbedaan Pendapat? 

Sebarkan artikel ini

Kita tidak sedang mempertentangkan iman dengan demokrasi. Kita sedang menuntut agar nilai-nilai iman memberi jiwa pada demokrasi organisasi.

Sebab, kasih Kristus yang kita rayakan tidak boleh berhenti di mimbar, spanduk, atau tema persidangan. 

Kasih itu harus hadir dalam cara kita mendengar, cara kita berbeda pendapat, cara kita menggunakan kewenangan, dan cara kita memperlakukan mereka yang tidak sependapat dengan kita.

Dan ketika suara kritik terdengar, semoga AMGPM tidak buru-buru menutup pintu.

Sebab, terkadang suara yang paling mengusik kenyamanan justru merupakan suara yang mengingatkan kita untuk kembali kepada panggilan yang sesungguhnya: melayani dengan rendah hati, menegakkan kebenaran dengan kasih, dan berjalan bersama sebagai satu tubuh Kristus.

Baca Juga  Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu per Kg Inawati: Pemprov Maluku Jual Rp40 Ribu Lewat Pangan Murah

Karena organisasi yang kuat bukan organisasi yang berhasil membungkam kritik, melainkan organisasi yang cukup dewasa untuk mendengarnya, cukup adil untuk mengujinya, dan cukup rendah hati untuk berubah ketika kritik itu terbukti benar. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *