Arikamedia.id, AMBON — Kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan tsunami menjadi perhatian dalam upaya melindungi masyarakat Kota Ambon dari risiko bencana.
Pembekalan kebencanaan perlu terus dilakukan agar masyarakat mampu mengenali risiko dan mengambil langkah penyelamatan diri secara tepat saat bencana terjadi.
Pesan itu disampaikanya dalam Pembukaan kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) 2026 yang diselenggarakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG, di Ruang Rapat Vlesinggen, Balai Kota Ambon, Sabtu,(24/10/26).
Kegiatan mengusung tema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat terhadap Gempa Bumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045.”
Anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan Maluku, Widya Pratiwi, membuka kegiatan secara daring. Kegiatan ini diikuti 55 peserta dari unsur pemerintah, TNI-Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, pendidikan, media, perguruan tinggi, hingga masyarakat.
Widya menekankan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat mengenai langkah keselamatan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi maupun tsunami.
Pengetahuan itu perlu disertai pemahaman tentang jalur evakuasi dan titik kumpul aman agar warga dapat mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika menghadapi keadaan darurat.










