Merdeka yang sesungguhnya bagi Maluku di usia ke-81 adalah ketika nelayan di perairan Banda tak lagi kesulitan membeli solar; ketika pemuda-pemudi di Tual dan Seram tak perlu merantau menjadi buruh kasar di negeri orang; dan ketika gas dari perut bumi Masela benar-benar menyalakan kompor dan menerangi masa depan anak-anak di kepulauan ini, bukan sekadar menjadi angka triliunan di papan bursa Tokyo atau Jakarta. (***)
Pesta Kemerdekaan, Luka Kemiskinan: Catatan untuk Maluku di Usia ke-81










