Arikamedia.id, AMBON – Rombongan Komisi II DPRD Maluku yang menumpang Kapal Cepat Cantika Express 88 menghadapi angin kencang, arus laut yang kuat, dan gelombang tinggi di sejumlah titik selama perjalanan sekitar dua jam.
Jangan memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca tidak mendukung. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Sebagai provinsi kepulauan, Maluku sangat bergantung pada transportasi laut.
“Dari pengalaman perjalanan hari ini, beta mengimbau seluruh basudara yang akan melakukan perjalanan laut, khususnya menuju wilayah Maluku Barat Daya (MBD) menggunakan kapal cepat maupun kapal perintis, agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca yang diterbitkan BMKG Ambon sebelum berangkat,” kata Anggota Komisi II DPRD Maluku, Anos Yeremias melalui cuitannya di grup informasi pelayaran kapal perintis wilayah Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (5/8/26).
Kata Anos, masyarakat yang menggunakan kapal tol laut maupun kapal pelayaran swasta agar selalu memperhatikan informasi cuaca dari BMKG sebelum melakukan perjalanan laut. Imbauan itu disampaikan Anos setelah mengikuti pelayaran dari Pelabuhan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menuju Pelabuhan Amahai, Rabu (5/8/26).










