Pemilik asli Honda WR-V yang menjadi penyebab prajurit TNI dan satu warga sipil dikeroyok 50 orang saat COD dengan pembeli muncul. Yakni Immanuel Saragi (30) yang membongkar cerita asli insiden pengeroyokan di komplek Bumi Asri, kota Medan, Sumatera Utara tersebut.
Immanuel menyampaikan, beberapa hari sebelum kejadian, Honda WR-V yang hendak dijual dengan sistem COD itu telah dilarikan oleh sejumlah orang. Peristiwa itu bermula pada 2 Juli 2026, Immanuel, yang sedang berada di Jakarta, meminta rekannya inisial G, di kota Medan, untuk menjual mobil tersebut dengan cara over kredit seharga Rp 60 juta. G pun meminta bantuan temannya berinisial D yang kemudian menghubungkan dengan agen bernama Irfan dan Subhan. Mereka akhirnya bertemu di Jalan Setia Budi pada 12 Juli 2026. Selanjutnya, Irfan diduga menyuruh Subhan bergerak ke Jalan Rotan untuk mengecek Honda WR-V tersebut.
Adapun D diminta untuk tinggal di Jalan Setia Budi. Di sana, Subhan datang dengan calon pembeli, Mardhan, Marwandi, dan pria berinisial B. Selepas itu, Marwandi dan B justru membawa WR-V itu pergi tanpa izin G. Sementara Subhan menyakinkan G dan D beranjak ke Jalan Setia Budi untuk melanjutkan pengecekan dan bertemu dengan D kembali. “Sampai di lokasi ternyata mobil tidak terlihat, tetapi Subhan ini mentransfer uang itu ke Irfan sebesar Rp 20 juta,” kata Immanuel saat ditemui di salah satu warung kopi di Kota Medan, (2/8/26) malam menukil Kompas.com.










