ANALIS PARA Syndicate, Ari Nurcahyo, meminta Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan kabinet menyusul anjloknya tingkat kepuasan publik (approval rating) yang terekam dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), seperti diberitakan Tribunnews.com.
Berdasarkan hasil survei SMRC pada Juli 2026, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo merosot tajam menjadi 51,1 persen. Padahal pada November 2025, approval rating Prabowo masih berada di angka 81,2 persen. “(Ini) adalah sebuah alarm politik. Penurunan approval rating sebesar 30 poin persentase dalam kurun waktu kurang dari satu tahun menandai krisis legitimasi yang serius, bukan sekadar ketidakpuasan sesaat,” kata Ari kepada Tribunnews.com, Rabu (5/8/2026).
Ari menjelaskan merosotnya kepercayaan publik ini berkorelasi kuat dengan penilaian masyarakat terhadap tiga sektor fundamental yang dianggap memburuk, yakni kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum. Menurut dia sentimen negatif ini bukanlah persepsi yang sengaja dibangun oleh kelompok tertentu, melainkan fakta dari pengalaman hidup nyata rakyat sehari-hari.
Masalah utamanya, kata Ari, adalah adanya praktik korupsi yang menggerogoti program-program unggulan pemerintah dari dalam. Ia mencontohkan Program Makan Bergizi (MBG) yang seharusnya menjadi pendongkrak legitimasi pemerintah, justru tersandung skandal korupsi. “Ini adalah kegagalan yang bersifat struktural dan institusional, bukan sekadar kegagalan personal individu para pejabat atau menteri,” ujarnya. Oleh karena itu, Ari meminta Prabowo segera mengambil langkah tegas. Namun, ia mengingatkan bahwa reshuffle kabinet hanya akan menjadi solusi permukaan jika tidak dibarengi dengan perubahan struktural.










