BeritaNasionalPemerintahanUtama

Sentil Kepala Daerah yang Terkena OTT, Mendagri: Mereka Bukan Anak Kemarin Sore

4
×

Sentil Kepala Daerah yang Terkena OTT, Mendagri: Mereka Bukan Anak Kemarin Sore

Sebarkan artikel ini
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan kepala daerah yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas dugaan tindak pidana korupsi tidak dapat secara sembarangan untuk dapat dimakzulkan karena terdapat sejumlah prosedur dan mekanisme yang harus dijalankan. /Sumber TV Parlemen

Berbeda ketika saya menjadi Kapolri. Saat itu ada satu komando kepada para Kapolda dan Kapolres. Pagi bisa saya angkat, sorenya bisa saya ganti. Kalau kepala daerah tidak bisa seperti itu,” paparnya. Mengenai kepala daerah yang dewasa ini kerap kali tersandung kasus rasuah, Tito menyatakan bahwa sebagian besar mereka adalah sosok-sosok yang telah berkecimpung lama di dalam dunia politik.

Bahkan, ia menyebut para kepala daerah tersebut “bukan anak kemarin sore” yang harus diawasi kinerja dan kebijakannya setiap saat oleh Kemendagri. “Saya sudah sampaikan, teman-teman kepala daerah itu bukan anak kemarin sore. Rata-rata mereka adalah politisi yang sudah berjuang, pernah ikut kampanye, dikenal publik, dan kita juga tidak bisa mengawasi mereka 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun. Semua akan kembali kepada diri pribadi masing-masing,” tuturnya.

Lebih lanjut, Tito menyatakan berbagai langkah mitigasi yang telah dilakukan oleh Kemendagri dengan menggandeng instansi-instansi terkait, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dapat mencegah para kepala daerah melakukan tindakan yang melukai integritas. 

Baca Juga  Penataan Ruang Harus Jadi Instrumen Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat, Wattimena: Revisi RT-RW Ditetapkan Pemkot Susun RDTR Sebagai Dasar Hukum  

Kemendagri juga melakukan pembinaan berupa pemberian masukan, penguatan sistem, termasuk monitoring. “Upaya pencegahan korupsi melalui MCP kita lakukan bersama KPK, BPKP, Kejaksaan, juga dengan Ombudsman. Semua kita lakukan, sistem juga dibuat, pembinaan terus dilakukan. Meskipun ada peristiwa-peristiwa seperti itu, kita tetap melakukan upaya-upaya tersebut, paling tidak untuk mengurangi, tetapi nanti semuanya kembali kepada integritas masing-masing,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *