Seseorang mungkin secara fisik bebas pergi ke mana saja, memilih barang apa saja, membeli makanan di restoran mana pun, atau menonton video apa pun. Namun muncul pertanyaan yang lebih mendalam: sejauh mana pilihan tersebut benar-benar lahir dari kehendak pribadi, dan sejauh mana ia telah dibentuk oleh lanskap pilihan yang disusun algoritma?
Ketika seseorang membuka internet untuk mencari informasi, ia merasa sedang menentukan sendiri apa yang ingin diketahuinya. Padahal, urutan informasi yang muncul di layar telah melalui proses seleksi sistem.
Ketika ia memilih sebuah video, sistem mungkin telah terlebih dahulu mempelajari jenis video yang kemungkinan besar akan membuatnya bertahan lebih lama di depan layar.
Bahkan ketika seseorang merasa menemukan sebuah gagasan baru, gagasan itu bisa saja muncul karena sistem telah mempelajari ribuan jejak perilaku sebelumnya.
Dengan demikian, manusia tidak kehilangan kemampuan untuk memilih. Yang lebih halus adalah kemungkinan hilangnya kesadaran tentang siapa yang membentuk medan pilihan tersebut.
Penjara Tanpa Jeruji
Algo sapiens menghadirkan bentuk kekuasaan baru yang berbeda dari penjara klasik. Penjara klasik memiliki tembok, jeruji, penjaga, dan pintu yang terkunci. Kekuasaan algoritmik tidak selalu membutuhkan semua itu.










