Scroll untuk baca artikel
Link Banner
Link Banner
BeritaEkonomiNasionalOpiniUtama

๐—ง๐—ถ๐—ด๐—ฎ ๐—ช๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—ต, ๐—ฆ๐—ฎ๐˜๐˜‚ ๐—ž๐—ฒ๐—ฏ๐—ผ๐—ต๐—ผ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป

13
×

๐—ง๐—ถ๐—ด๐—ฎ ๐—ช๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—ต, ๐—ฆ๐—ฎ๐˜๐˜‚ ๐—ž๐—ฒ๐—ฏ๐—ผ๐—ต๐—ผ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป

Sebarkan artikel ini
Para Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, Purbaya dan Nazara - internet
Link Banner

Jadi, siapa pun Menteri Keuangannya, masalahnya tetap sama: pemerintah punya banyak janji dan program, tetapi uang untuk membiayainya terbatas. Jadi, persoalannya bukan Ferrari atau Pajero. Persoalannya adalah pemerintah ingin pergi jauh, tetapi belum jelas apakah bahan bakarnya cukup. Ferrari bisa diganti Pajero. Pajero bisa diganti Ferrari. Tetapi kalau bensinnya tidak cukup, keduanya tetap akan berhenti di tengah jalan. *** (Ihsan)

Baca Juga  Kemacetan Ambon Tak Bisa Diatasi Sendiri, Pemkot Dorong Solusi Lintas Sektor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *