Tetapi ada yang lebih besar dari tiga pelanggaran Purbaya. Ada satu kebohongan yang menaungi semuanya. Kebohongannya sederhana. Pemerintah berpura-pura bahwa semua janji bisa dibiayai. Prabowo ingin MBG untuk puluhan juta anak. Ingin Danantara menjadi raksasa investasi. Ingin pertumbuhan 6 persen. Ingin defisit di bawah 3 persen. Ingin pajak tidak naik. Ingin rupiah stabil. Ingin investor percaya.
Ini bukan daftar keinginan. Ini daftar kontradiksi. Anda tidak bisa menaikkan belanja, menolak pajak baru, menahan defisit, dan berharap pasar tenang. Salah satunya harus dikorbankan. Pemerintah menolak mengorbankan apa pun. Maka pemerintah berpura-pura bahwa tidak ada yang perlu dikorbankan. Bahwa semua bisa berjalan sekaligus. Bahwa angka-angka akan cocok dengan sendirinya. Bahwa uang akan muncul entah dari mana. Itulah kebohongannya.
Dan menteri keuangan adalah wajah dari kebohongan itu. Dia harus berdiri di depan publik dan mengatakan “fiskal sehat” ketika dia tahu ada lubang. Dia harus berdiri di depan investor dan mengatakan “defisit di bawah 3 persen” ketika dia tahu batas itu dipertahankan dengan cara yang semakin kreatif. Dia harus berdiri di depan presiden dan mengatakan “siap, Pak” ketika dia tahu permintaannya tidak realistis.













