BeritaDaerahOpiniUtama

Teka-teki Palsu Konflik Aru: Kemiskinan, Kekerasan Struktural, dan Kegagalan Pemerintah Daerah

3
×

Teka-teki Palsu Konflik Aru: Kemiskinan, Kekerasan Struktural, dan Kegagalan Pemerintah Daerah

Sebarkan artikel ini
Dosen Unpatti Abe Yanhua

Variabel Rill Masalah Pada Akar Persamaan

Jika Pemerintah Aru benar-benar ingin mewujudkan kedamaian yang hakiki di Bumi Jargaria, mereka harus bertindak seperti Manabu Yukawa (Detektif Galileo), sang fisikawan yang mampu melihat menembus ilusi kabut buatan Ishigami dan langsung menyerang inti kebenaran. Pemerintah harus berhenti menggunakan kacamata kuda dan mulai membedah akar ekonomi-politik melalui kebijakan konkret.

Larangan tambang pasir pesisir demi ekologi memang logis, tetapi wajib diikuti dengan penyediaan lapangan kerja pengganti yang sepadan. Pemerintah harus merombak politik anggarannya untuk menginisiasi hilirisasi sektor perikanan maritim lokal yang dikelola langsung oleh koperasi rakyat, bukan membiarkannya dikuasai konsesi pengusaha tambang pasir besar. Kekayaan alam Aru yang melimpah harus dikelola dengan model ekonomi yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pemilik saham utama pembangunan, bukan sekadar penonton yang dipaksa menjadi buruh informal atau penambang ilegal di tanah mereka sendiri.

Baca Juga  Sengketa Lahan Yayasan Vihara Swarna Giri Tirta Gunung Nona Harus Lewat Jalur Hukum Bukan Keputusan Politik

Masyarakat Aru tidak sedang mengalami krisis moral atau kegemaran bertikai. Mereka sedang menghadapi tekanan struktural yang luar biasa berat akibat politik kebijakan yang keliru dan timpang, dan mulai menuntut pertanggungjawaban atas model pembangunan yang berjalan di atas tanah Jargaria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Disinggungnya, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengakui keberadaan Yayasan Vihara Suarna Giri Tirta Gunung Nona secara administratif.Menurutnya, pengakuan tersebut menunjukkan…