BeritaDaerahOpiniUtama

Teka-teki Palsu Konflik Aru: Kemiskinan, Kekerasan Struktural, dan Kegagalan Pemerintah Daerah

3
×

Teka-teki Palsu Konflik Aru: Kemiskinan, Kekerasan Struktural, dan Kegagalan Pemerintah Daerah

Sebarkan artikel ini
Dosen Unpatti Abe Yanhua

Terkecoh Premis Palsu

Dalam The Devotion of Suspect X, Ishigami menggunakan taktik ekstrem: membunuh seorang gelandangan tak bernama sebagai “mayat pengganti” untuk mengalihkan penyelidikan dari pembunuhan yang asli. Polisi terperangkap dalam pusaran premis palsu—mereka mengerahkan sumber daya pada teka-teki yang sengaja dikonstruksi, sementara kebenaran utama bersembunyi di balik kepalsuan. Skenario manipulasi ini menemukan panggung nyatanya pada konflik penertiban tambang pasir dan batu (Galian C) nonmineral di pesisir Kota Dobo, seperti yang terjadi di Dusun Marbali dan Desa Wangel.

Ketika pemerintah daerah mengeluarkan regulasi pelarangan aktivitas Galian C dengan dalih penegakan hukum dan perlindungan ekologi, gelombang protes langsung pecah. Pemerintah menggunakan dalil “pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan” sebagai mayat pengganti—sebuah premis palsu yang mengaburkan akar persoalan. Faktanya, akibat absennya Bupati dan Pemerintah Kabupaten dalam menyediakan lapangan kerja, warga terpaksa mengeksploitasi ruang hidupnya sendiri dengan menggali pasir. Persoalan sesungguhnya bukanlah pelanggaran hukum, melainkan kegagalan negara dalam memenuhi hak dasar warganya atas penghidupan yang layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Disinggungnya, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengakui keberadaan Yayasan Vihara Suarna Giri Tirta Gunung Nona secara administratif.Menurutnya, pengakuan tersebut menunjukkan…