Terkecoh Premis Palsu
Dalam The Devotion of Suspect X, Ishigami menggunakan taktik ekstrem: membunuh seorang gelandangan tak bernama sebagai “mayat pengganti” untuk mengalihkan penyelidikan dari pembunuhan yang asli. Polisi terperangkap dalam pusaran premis palsu—mereka mengerahkan sumber daya pada teka-teki yang sengaja dikonstruksi, sementara kebenaran utama bersembunyi di balik kepalsuan. Skenario manipulasi ini menemukan panggung nyatanya pada konflik penertiban tambang pasir dan batu (Galian C) nonmineral di pesisir Kota Dobo, seperti yang terjadi di Dusun Marbali dan Desa Wangel.
Ketika pemerintah daerah mengeluarkan regulasi pelarangan aktivitas Galian C dengan dalih penegakan hukum dan perlindungan ekologi, gelombang protes langsung pecah. Pemerintah menggunakan dalil “pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan” sebagai mayat pengganti—sebuah premis palsu yang mengaburkan akar persoalan. Faktanya, akibat absennya Bupati dan Pemerintah Kabupaten dalam menyediakan lapangan kerja, warga terpaksa mengeksploitasi ruang hidupnya sendiri dengan menggali pasir. Persoalan sesungguhnya bukanlah pelanggaran hukum, melainkan kegagalan negara dalam memenuhi hak dasar warganya atas penghidupan yang layak.










