Ia mengibaratkan paduan suara sebagai gambaran kehidupan bergereja, di mana setiap orang memiliki suara, karakter dan kemampuan yang berbeda, tetapi dapat dipersatukan dalam kasih sebagai satu tubuh Kristus.
“Ketika banyak suara menjadi satu harmoni, kita belajar bahwa demikian pula kehidupan bergereja. Berbeda suara, berbeda karakter dan berbeda kemampuan, tetapi dipertemukan dalam kasih dan kita adalah satu tubuh Kristus,” tuturnya.
Ia berharap melalui lomba tersebut, seluruh jemaat semakin memahami bahwa talenta yang Tuhan berikan bukan untuk mencari pujian bagi diri sendiri, melainkan menjadi berkat dan sarana untuk memuliakan nama Tuhan.
Pdt. Zeth juga mengajak seluruh peserta untuk bernyanyi dengan sukacita, berkompetisi secara sehat, menerima hasil dengan rela hati dan tetap menjaga persekutuan sebagai satu keluarga besar Jemaat GPM Bethel.
Dalam lomba paduan suara antar sektor tersebut, Dewan Juri diketuai Ronny Loppies, dengan anggota Helly Tahalea dan Detje Matulapelwa.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi di bidang musik gerejawi, tetapi juga semakin memperkuat persekutuan, persaudaraan dan semangat pelayanan seluruh warga Jemaat GPM Bethel dalam menyambut HUT GPM ke-91. (AM-29).










