Ia juga meminta setiap peserta mengutamakan kualitas pelayanan dengan memperhatikan kekompakan suara, ketepatan nada dan tempo, artikulasi, penghayatan lagu, ekspresi hingga penampilan.
Setiap sektor, lanjutnya, diharapkan dapat memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk tanggung jawab terhadap talenta yang Tuhan percayakan.
Selain itu, Pdt. Zeth mengingatkan seluruh peserta dan pendukung agar menjunjung tinggi sportivitas serta menerima hasil penilaian dengan lapang hati.
“Jangan menjadi sombong jika berhasil dan jangan berkecil hati jika belum berhasil. Mari kita belajar bahwa sportivitas juga merupakan bagian dari kesaksian iman kita,” ungkapnya.
Ia juga meminta seluruh peserta menghormati tim penyelenggara dan dewan juri yang telah dipercayakan mengatur seluruh proses perlombaan. Dewan juri diharapkan dapat menjalankan tugas secara baik dan objektif sesuai ketentuan serta kriteria penilaian yang telah ditetapkan.
“Apapun keputusan dewan juri mesti kita terima dengan syukur dan sukacita. Tetaplah menjaga etika dan persaudaraan dalam perlombaan,” katanya.
Lebih jauh, Pdt. Zeth menekankan bahwa paduan suara gereja bukan sekadar tentang menghasilkan suara yang indah. Di dalamnya terdapat nilai pelayanan, pengorbanan, disiplin, kerendahan hati, kerja sama dan kasih persaudaraan.










