Scroll untuk baca artikel
Link Banner
Link Banner
BeritaNasionalOpiniUtama

Pudarnya Kearifan Lokal

34
×

Pudarnya Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini
Link Banner

Mereka memiliki ungkapan terkenal: Ale rasa beta rasa, katong samua orang basudara. Engkau merasakan, aku juga merasakan, kita semua bersaudara. Dan masih banyak lagi kearifan lokal dari suku-suku lain yang mengajarkan hidup berkeadaban dan saling menghormati yang lain. 

Berbagai kearifan lokal tersebut merupakan fondasi etika dan sumber kebijaksanaan dalam mengatur hubungan antarmanusia. Di dalamnya ditekankan agar hidup saling tolong-menolong, menjaga kejujuran, dan menjaga nama baik serta kehormatan orangtua dan sukunya. 

Link Banner

Namun semakin tambah usia, saya justeru melihat sebuah paradoks yang membuat bingung. Mengapa anak-anak yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan agama dan budaya yang menjunjung tinggi budi pekerti, ketika menduduki jabatan birokrasi negara, justru sebagian terlibat korupsi yang merugikan rakyat dan mencoreng kehormatan sukunya? 

Baca Juga  Merajut Kembali Tali Persaudaraan: Ketua DPW NasDem Maluku Bantu Warga Patahuwe dan Lisabata Pasca-Insiden

Mengapa seseorang yang di kampungnya dikenal santun, religius, dan suka menolong, ketika memegang jabatan publik tidak malu, bahkan tega, menyalahgunakan kekuasaan?

Defisit Etika Birokrasi

Kearifan lokal bisa bertahan lama karena dijaga bersama-sama oleh warga masyarakatnya yang saling mengenal secara langsung antara satu terhadap yang lain. Di desa orang takut mencuri ayam karena takut sangsi sosial yang datang dari tetangganya. 

Link Banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *