Arikamedia.id, AMBON — Sebanyak 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nelayan telah beroperasi di sejumlah wilayah Maluku.
DPRD Maluku mendorong pengusaha lokal memanfaatkan peluang investasi untuk memperluas jaringan pelayanan BBM bagi nelayan, terutama di wilayah kepulauan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, Jhon Laipeny, mengatakan peluang investasi tersebut terbuka setelah pihaknya mendapat penjelasan dari Dinas Perikanan Maluku dan Pertamina mengenai mekanisme pembangunan SPBU Nelayan.
“Sekarang pengusaha-pengusaha lokal juga boleh membuka, bisa berinvestasi,” kata Laipeny kepada wartawan di Rumah Rakyat, Karang Panjang, Ambon, Rabu (23/9/26).
Menurutnya, 10 SPBU Nelayan yang telah dibangun dan beroperasi tersebar di Waesela, Seram Bagian Barat; Wali, Buru Selatan; Namlea, Buru; Walang Spanciby dan Tulehu serta Tamilouw di Maluku Tengah; Durjela dan Galau Dubu di Kepulauan Aru; Saumlaki Utara di Kepulauan Tanimbar; serta Dullah Laut di Kota Tual.
Keberadaan SPBU tersebut dinilai dapat menjadi pemicu pembukaan titik-titik baru di wilayah lain yang memiliki banyak nelayan.
“Bisa memacu juga titik-titik yang lain di pulau-pulau. Karena kita ini nelayan banyak, baik solar maupun Pertalite itu nanti mereka akan penuhi,” ujarnya.















