Pendapatan itu akan berkurang ketika jaringan pipa dan fasilitas alternatif bertambah. Namun, penurunannya tidak akan merata. Kapal minyak mentah akan lebih cepat memperoleh pilihan, sedangkan kapal LNG, produk BBM, dan barang curah kemungkinan tetap bergantung pada Hormuz selama bertahun-tahun.
Iran juga menghadapi dilema. Sistem tarif hanya dapat berjalan jika pelayaran cukup aman dan pembayarannya mudah dilakukan. Namun, Teheran mungkin perlu tetap mengancam kapal yang menolak membayar agar aturan bisa dipatuhi. Tindakan tersebut justru dapat merusak kesepakatan damai.
Karena itu, tujuan Iran tampaknya bukan sekadar meraih pendapatan sebesar-besarnya. Teheran juga ingin mempertahankan posisinya sebagai penjaga pintu Hormuz melalui sistem perizinan, layanan pelayaran, atau kerja sama pengelolaan perairan dengan Oman.
Jalur alternatif secara perlahan akan mengurangi ketergantungan dunia terhadap Hormuz. Kekuatan Iran terhadap harga energi global juga dapat melemah sebelum akhir dekade ini.
Namun, selama minyak, LNG, pangan, dan barang kebutuhan negara-negara Teluk masih melewati perairan tersebut, Iran tetap memiliki alat untuk menekan kawasan. Senjata Hormuz mungkin kehilangan sebagian nilainya, tetapi belum akan hilang dalam waktu dekat. (*)










