Dilansir dari CNBC Indonesia, Pelabuhan Jeddah yang berada di luar selat hanya memiliki kapasitas sekitar 7,5 juta TEUs. Pelabuhan tersebut juga telah beroperasi mendekati kapasitas penuh sebelum perang sehingga sulit mengambil alih seluruh pengiriman kawasan Teluk.
Iran Bisa Mendapatkan Berapa Banyak Uang?
Ketergantungan itu memberikan kesempatan kepada Iran untuk memungut biaya dari kapal yang melewati Hormuz. Seorang anggota parlemen Iran pada Juni mengeklaim Teheran menarik US$1,5 juta-US$2 juta dari setiap kapal.
Jika lalu lintas mencapai sekitar 70% dari kondisi sebelum perang, pendapatan Iran berdasarkan klaim tersebut dapat melampaui US$35 miliar per tahun. Namun, jumlah itu dinilai tidak realistis untuk dipertahankan.
Tarif tinggi yang dipungut di tengah ancaman militer kemungkinan sulit berlaku ketika perang berakhir dan arus pelayaran kembali mendekati normal.
Rancangan aturan yang diajukan kepada parlemen Iran menawarkan skema lebih terukur. Tarif akan ditentukan berdasarkan volume dan nilai kargo, jenis kapal, serta negara asal pemilik atau penyewa kapal. Biayanya harus tetap lebih rendah dibandingkan ongkos menggunakan rute alternatif.
Usulan lain menetapkan tarif €3 per ton di perairan Iran dan €2 per ton di perairan internasional. Berdasarkan skema tersebut, pendapatan jangka panjang Iran diperkirakan lebih realistis berada pada kisaran US$2 miliar-US$3 miliar per tahun.










