Petugas disebut sempat menunggu sekitar 30 menit sebelum pintu kamar dapat dibuka. Setelah terbuka, Brigpol Isyebel diduga berada bersama Bryan Maahury.
Dugaan kejadian yang kembali muncul dalam waktu beberapa bulan dengan nama-nama yang sama membuat persoalan ini kembali menjadi perhatian.
Sorotan publik kini tidak lagi sebatas pada dugaan persoalan rumah tangga. Perhatian juga tertuju pada sikap institusi kepolisian dalam menyikapi perkara tersebut, terutama jika pemeriksaan nantinya menemukan adanya indikasi pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi.
Hingga berita ini diterbitkan, Polda Maluku belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan pemeriksaan terhadap Brigpol Isyebel maupun pihak lain yang disebut dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Brigpol Isyebel Tehusalawany dan Brigpol Ronny Loupatty juga belum menyampaikan keterangan resmi mengenai kejadian pada Sabtu dini hari.
Begitu pula nama Bryan Maahury yang disebut dalam informasi tersebut belum dapat dipastikan keterlibatannya dalam peristiwa terbaru.
Karena itu, seluruh informasi yang beredar masih berada pada ranah dugaan dan perlu diuji melalui pemeriksaan serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Asas praduga tak bersalah tetap berlaku bagi seluruh pihak yang disebut sampai ada hasil pemeriksaan atau keterangan resmi dari institusi berwenang.










