KORUPSI merajalela, premanisme tak kalah sadisnya. Ketua Golkar Maluku Tenggara ditikam hingga tewas. Benar-benar ngeri, wak. Koptagul dulu lah ye..!
Kalau bandara sudah jadi tempat tikam-menikam, ini bukan lagi negeri +62, wak. Ini sudah kayak adegan film laga yang sutradaranya lupa bilang “cut!”. Tempat orang landing dengan selamat, malah ada yang “take off” ke alam lain.
Korban adalah Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau lebih dikenal dengan Nus Kei. Tokoh, elit, orang penting. Tapi di hadapan dendam, jabatan itu cuma seperti boarding pass yang tak berlaku.
Kejadian berlangsung di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu siang, 19 April 2026, sekitar pukul 11.25 WIT. Matahari terang benderang, orang lalu-lalang, suasana normal. Nus Kei baru saja mendarat dari Jakarta. Jalan santai menuju pintu keluar. Mungkin dalam pikirannya masih ada agenda, mungkin juga sudah membayangkan kopi siang.
Eh, belum sempat sampai pintu keluar, hidupnya “dipotong” di tengah jalan.
Dari arah tak terduga, pelaku datang. Bukan ajak debat, bukan ajak mediasi. Langsung ajak duel pakai senjata tajam. Tik! Tik! Tik! Serangan cepat, brutal, tanpa basa-basi. Ini bukan lagi konflik, ini sudah eksekusi gaya premanisme level dewa.










