BeritaDaerahHukum & KriminalNasionalOpiniUtama

Aksi Premanisme, Ketua Golkar Ditikam Hingga Tewas, Ngeri Wak!

3
×

Aksi Premanisme, Ketua Golkar Ditikam Hingga Tewas, Ngeri Wak!

Sebarkan artikel ini

Secara fisika sederhana. Kalau benda tajam dengan energi dorong cukup menembus tubuh manusia, yang terjadi bukan cuma luka. Itu kerusakan sistem. Pembuluh darah robek, organ kena, tekanan turun drastis. Dalam hitungan menit, tubuh kehilangan kendali. Di situlah garis hidup berubah jadi garis akhir.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Ada usaha, ada harapan. Tapi seperti baterai yang sudah habis total, tubuh tak bisa di-charge lagi. Nus Kei dinyatakan meninggal dunia.

Polisi langsung bergerak cepat. Dua pelaku berhasil diamankan. Motifnya? Klasik tapi mematikan, dendam lama.

Nah ini dia penyakit kronis kita. Dendam itu kayak api dalam sekam. Disimpan, dipelihara, diberi makan emosi tiap hari. Lama-lama bukan sekadar hangat, tapi jadi bara. Begitu ada angin sedikit, boom! Meledak.

Baca Juga  Pemkot Ambon Tempuh Jalur Hukum, Dua Akun TikTok Dilaporkan Terkait Polemik Seleksi Sekkot

Ini bukan kejadian tunggal. Belum lama ini, di Lumajang, Kepala Desa di Lumajang juga jadi korban keganasan manusia. Dicelurit, bukan satu orang, tapi sepuluh orang. Bayangkan, wak. Satu orang diserang ramai-ramai. Ini bukan lagi konflik, ini sudah seperti “event kekerasan berjamaah”.

Dari Lumajang ke Maluku Tenggara, polanya sama. Emosi naik → akal turun → senjata keluar → nyawa melayang.

Seolah-olah, sebagian manusia kita ini kalau marah, langsung upgrade jadi karakter game, skill kekerasan aktif, logika dimatikan. Padahal kalau mau jujur, banyak konflik itu bisa selesai dengan cara sederhana. Duduk, ngomong, seruput kopi, selesai. Tapi tidak. Yang dipilih justru jalan tercepat menuju penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *