Arikamedia.id – Berlarut-larutnya pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Ambon yang kini telah memasuki 36 hari menjadi sorotan serius dan menimbulkan pertanyaan besar di kalangan kader.
Situasi ini dinilai tidak lagi mencerminkan semangat demokrasi organisasi yang sehat, melainkan memperlihatkan adanya stagnasi forum yang patut dipertanyakan.
Kondisi tersebut memunculkan keresahan di tengah kader IMM. Sebab, forum musyawarah yang seharusnya menjadi ruang pengambilan keputusan tertinggi dan bermartabat, justru terkesan dibiarkan menggantung tanpa kejelasan arah maupun penyelesaian.
Samil Rahareng, selaku Sekretaris Komisariat (Sekom) IMM KIP Unpatti, mempertanyakan sikap dan peran pimpinan sidang yang dinilai belum mampu menghadirkan kepastian terhadap jalannya forum.
“Musyawarah ini sudah berjalan 36 hari. Ini bukan lagi persoalan biasa, melainkan persoalan serius yang menyangkut marwah organisasi. Pimpinan sidang harus menjelaskan kepada kader, forum ini sedang diperjuangkan untuk kepentingan kader atau kepentingan siapa?” tegasnya.
Menurutnya, pimpinan sidang memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris untuk menjaga independensi forum, bukan malah membiarkan dinamika terus berlarut tanpa penyelesaian yang jelas.










