Ketidakpastian yang berkepanjangan justru berpotensi melahirkan ketidakpercayaan kader terhadap proses demokrasi di internal organisasi.
Ia menegaskan bahwa IMM sebagai organisasi kader harus menjunjung tinggi nilai keadilan, objektivitas, dan transparansi.
Jangan sampai forum musyawarah kehilangan substansi hanya karena adanya tarik menarik kepentingan yang tidak berpihak pada masa depan organisasi.
“Jangan sampai kader dipaksa menyaksikan forum yang kehilangan arah. Jika forum terus dibiarkan berlarut, maka publik kader berhak bertanya, siapa yang sebenarnya sedang diuntungkan dari kondisi ini?” lanjut Samil.
Sebagai organisasi yang lahir dari semangat intelektual dan perjuangan, IMM Kota Ambon diharapkan mampu menyelesaikan dinamika musyawarah secara bermartabat, konstitusional, dan tetap berpihak pada kepentingan kader secara kolektif. (***)










