Oleh : 𝓐𝓷𝓸𝓼 𝓨𝓮𝓻𝓮𝓶𝓲𝓪𝓼, 𝓐𝓷𝓰𝓰𝓸𝓽𝓪 𝓓𝓹𝓻𝓭 𝓟𝓻𝓸𝓿𝓲𝓷𝓼𝓲 𝓜𝓪𝓵𝓾𝓴𝓾
Basudara samua yang beta kasihi, belakangan ini beta menerima berbagai pertanyaan dan harapan dari masyarakat di pulau-pulau terkait pelayanan Kapal Perintis. Ada yang meminta kapalnya lebih sering masuk. Ada yang meminta pelabuhan tertentu disinggahi.
Ada juga yang berharap dibuka trayek baru karena sampai sekarang masih ada beberapa pulau yang membutuhkan pelayanan transportasi laut yang lebih baik.Semua harapan itu sangat wajar. Sebagai orang yang berasal dan hidup di daerah kepulauan, beta sangat memahami bahwa kapal bagi masyarakat Maluku bukan sekadar alat transportasi. Tetapi ada beberapa hal yang perlu katong pahami bersama.
PERTAMA, MALUKU MEMILIKI WILAYAH YANG SANGAT LUAS DAN TERDIRI DARI BANYAK PULAU.
Jarak antarpulau tidak pendek. Ada pelabuhan yang harus ditempuh berjam-jam bahkan berhari-hari. Karena itu, karakter pelayanan transportasi laut di Maluku tentu berbeda dengan daerah kontinental yang sebagian besar wilayahnya dapat dihubungkan melalui jalan darat. Di Maluku, laut adalah jalan raya katong.
KEDUA, SAAT INI TERDAPAT 4 PANGKALAN KAPAL PERINTIS DENGAN 18 TRAYEK PELAYANAN.
Empat pangkalan tersebut adalah: Ambon, Tual, Dobo dan Saumlaki. Dari empat pangkalan inilah jaringan pelayanan Kapal Perintis dilaksanakan melalui 18 trayek untuk menjangkau berbagai pulau dan pelabuhan di Maluku. Secara sederhana, setiap trayek membutuhkan kapal yang menjalankan penugasan sesuai rute dan jadwal pelayarannya.










