BeritaInternasionalUtama

Hormuz Menjadi Pintu Masuk Negara Teluk

4
×

Hormuz Menjadi Pintu Masuk Negara Teluk

Sebarkan artikel ini

NEGARA-negara Teluk membutuhkan Hormuz untuk mendatangkan pangan, obat-obatan, peralatan elektronik, bahan tambang, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Sekitar 95% kebutuhan biji-bijian negara Arab di kawasan Teluk berasal dari pemasok luar negeri. Hanya Arab Saudi yang memiliki fasilitas bongkar muat barang curah cukup memadai, tetapi kapasitasnya belum mampu memasok seluruh kawasan.

Memindahkan pengiriman dalam jumlah besar ke jalan darat juga tidak efisien. Satu kapal Panamax dapat membawa sekitar 60.000 ton serealia, setara dengan muatan sekitar 2.000 truk. 

Jaringan kereta api regional dapat menjadi pilihan, tetapi proses pembangunannya membutuhkan biaya dan waktu besar. Jalur dari Laut Merah menuju Qatar diperkirakan dapat menelan sedikitnya US$25 miliar, mengutip CNBC Internasional.

Baca Juga  Perbaikan Jalan Ambalau Bergantung Situasi Keuangan Pemprov Maluku 

Negara-negara Teluk memang memiliki cadangan biji-bijian yang umumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama empat hingga enam bulan. Namun, tidak tersedia cadangan serupa untuk makanan segar, obat-obatan, dan barang elektronik.

Persoalan lain adalah keterbatasan pelabuhan. Jebel Ali di Dubai, pelabuhan peti kemas terbesar di kawasan dengan kapasitas hampir 20 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) per tahun, berada di dalam Hormuz.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *