Dikatakan kemampuan bertutur tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan membaca karena membaca merupakan dasar utama dalam proses belajar.
“Bertutur diawali dengan membaca. membaca merupakan komponen mendasar dalam dunia pendidikan yang harus terus dipelihara dan ditingkatkan melalui berbagai program pembinaan dan pengembangan minat baca,” tuturnya
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014, Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 3 Tahun 2023 tentang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, serta berbagai regulasi Pemerintah Kota Ambon mengenai gerakan gemar membaca.
Selain meningkatkan budaya literasi, kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter peserta didik, meningkatkan kepercayaan diri, mengasah kemampuan berbicara di depan umum, serta memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal melalui cerita rakyat.
Untuk diketahui Tahun ini, sebanyak 46 siswa SD/MI mengikuti tahap seleksi awal melalui pengiriman video bertutur berdurasi lima hingga tujuh menit. Setelah melalui proses penilaian, 30 peserta dinyatakan lolos dan berhak tampil pada babak final.
Panitia juga menyiapkan hadiah bagi enam pemenang, mulai juara pertama hingga juara keenam, dengan total anggaran sebesar Rp18 juta yang bersumber dari APBD Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon Tahun Anggaran 2026. (AM-18)










