BeritaDaerahPemerintahanUtama

Wali Kota Ambon: Jangan Biarkan Provokasi Medsos Mengikis Persaudaraan

2
×

Wali Kota Ambon: Jangan Biarkan Provokasi Medsos Mengikis Persaudaraan

Sebarkan artikel ini

Ia meminta masyarakat tidak mudah tersulut oleh pernyataan bernuansa rasis maupun konten yang menyerang identitas daerah dan kelompok tertentu di media sosial.

Wattimena mencontohkan, tindakan satu atau dua orang di ruang digital tidak boleh kemudian digeneralisasi sebagai gambaran seluruh masyarakat Ambon.

“Jangan karena dua orang di media sosial, kemudian kita semua menjadi gelisah dan merasa Ambon seperti itu. Justru itu harus menjadi pemicu bagi kita untuk menunjukkan jati diri bahwa Ambon tidak seperti itu,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu membalas provokasi dengan provokasi. Sebaliknya, setiap persoalan harus disikapi secara dewasa dengan mengedepankan hukum, persaudaraan dan kepentingan bersama.

“Kalau benar, kenapa tidak langsung dilaporkan. Jangan dimainkan di media sosial, kemudian ada orang yang menjustifikasi dan menghukum orang yang belum tentu bersalah,” katanya.

Baca Juga  KPA di Kasus Air Bersih Haruku Belum Tersentuh, Kuasa Hukum ES Minta Periksa Bersasarkan Fakta dan Alat Bukti 

Menurut Wattimena, menjaga persaudaraan di era digital membutuhkan kecerdasan masyarakat dalam memilah informasi. Tidak semua informasi yang ramai dibicarakan di media sosial merupakan fakta yang dapat dipercaya.

Karena itu, masyarakat harus membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkan atau memberikan respons terhadap sebuah konten. (AM-18).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *