Gereja Didorong Hadir Menjawab Persoalan Masyarakat
Persidangan MPL Sinode GPM ke-46 berlangsung di tengah perubahan sosial, ekonomi, politik, budaya, teknologi, dan lingkungan yang semakin cepat. Berbagai persoalan, mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial, kerentanan keluarga, hingga perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, dinilai turut memengaruhi kehidupan umat.
Selain itu, menurutnya, masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, penurunan daya beli, serta tingginya pengeluaran kesehatan yang harus ditanggung langsung oleh keluarga.
Dalam konteks tersebut, gereja didorong untuk menghadirkan kasih Kristus secara nyata, bukan hanya melalui khotbah, nasihat, atau perjumpaan di ruang digital, tetapi juga dengan hadir secara langsung di tengah keluarga dan masyarakat.
“Kehadiran tersebut mencakup pendampingan, penguatan, pemberdayaan, serta upaya membantu keluarga yang mengalami krisis agar mampu menghadapi persoalan kehidupan,” ujarnya, Minggu, (25/10/26).
Kasih Kristus dipahami sebagai kasih yang bersedia merendahkan diri, tidak mengutamakan kepentingan pribadi, serta menghadirkan pembebasan dan damai sejahtera bagi sesama.
Kebakaran Hutan dan Lahan Jadi Perhatian Serius
Kata Sapulette, isu lingkungan menjadi salah satu perhatian penting dalam persidangan tersebut, terutama terkait kebakaran hutan, lahan, dan kebun masyarakat yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Maluku.










