BeritaNasionalOpiniPendidikanUtama

Redesain Pelatihan Calon Manajer KDMP: Kritik atas Pendekatan Militer dalam Pengembangan Kompetensi Manajerial

2
×

Redesain Pelatihan Calon Manajer KDMP: Kritik atas Pendekatan Militer dalam Pengembangan Kompetensi Manajerial

Sebarkan artikel ini

Penulis Raden Mas Syaid Surakarta : Mahasiswa Pascasarjana, Prodi Manajemen Bisnis Syariah UIN

Pelatihan militer bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) memunculkan perdebatan serius dalam kajian manajemen dan kebijakan organisasi. Dari sisi kebijakan publik, program ini diklaim bertujuan membentuk disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama tim, dan etos kerja para peserta, bahkan disertai pelatihan manajerial serta kompetensi bidang selama total 45 hari.

Namun, jika ditarik dari perspektif teori manajemen, desain pelatihan tidak dapat dinilai hanya dari niat normatifnya, melainkan harus diuji kesesuaiannya dengan karakter pekerjaan, struktur organisasi, tujuan kelembagaan, serta kebutuhan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh manajer koperasi.

Dalam konteks KDMP, manajer bukanlah personel yang bekerja dalam organisasi komando, melainkan aktor operasional yang bertugas mengelola staf, menjaga arus kas, memastikan target penjualan, dan melaporkan kinerja bisnis kepada pengurus secara berkala. Karena itu, pelatihan yang terlalu menonjolkan pendekatan militer berisiko menciptakan ketidakseimbangan antara pembentukan karakter disiplin dengan penguasaan kompetensi teknis, manajerial, digital, dan kewirausahaan yang justru lebih menentukan kinerja koperasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *