Scroll untuk baca artikel
Link Banner
Link Banner
BeritaDaerahPemerintahanPendidikanUtama

Pemkot Ambon Jadikan Lomba Bertutur Penggerak Literasi

332
×

Pemkot Ambon Jadikan Lomba Bertutur Penggerak Literasi

Sebarkan artikel ini
Link Banner

Ia juga mengungkapkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan minat baca anak Indonesia baru berada di kisaran 17,66 persen, sementara minat menonton mencapai 91,67 persen.

Bahkan, rata-rata waktu membaca masyarakat Indonesia hanya berkisar 30 hingga 59 menit per hari, yang dinilai masih jauh dari harapan.

Link Banner

“Kondisi ini menjadi perhatian kita bersama. Anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di YouTube, Facebook, Instagram, dan berbagai platform digital lainnya dibandingkan membaca buku. Padahal membaca merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya di Kamari Hotel

Senin, (20/7/26).

Sebagai langkah konkret, Toisutta mengajak seluruh sekolah di Kota Ambon membangun kebiasaan membaca minimal satu buku setiap minggu. 

Baca Juga  Marc Marquez geram, Pecco Bagnaia sependapat

Kebiasaan tersebut, tidak boleh berhenti pada aktivitas membaca semata, tetapi harus dilanjutkan dengan menceritakan kembali isi buku, membuat ringkasan, resensi, ataupun karya kreatif lainnya agar kemampuan berpikir kritis dan daya analisis siswa terus berkembang.

Ia menilai kebiasaan sederhana tersebut mampu membentuk karakter peserta didik menjadi lebih percaya diri, memiliki daya imajinasi yang kuat, mampu berkomunikasi dengan baik, serta terbiasa menyampaikan gagasan di depan umum. (AM-18).

Link Banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *