BeritaDaerahUtama

Jurnalis Perempuan Hadapi Ancaman KBGO, Literasi Digital Dinilai Jadi Benteng Perlindungan

1
×

Jurnalis Perempuan Hadapi Ancaman KBGO, Literasi Digital Dinilai Jadi Benteng Perlindungan

Sebarkan artikel ini

Arikamedia.id, AMBON  –  Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) menjadi ancaman nyata di era digital, termasuk bagi jurnalis perempuan yang setiap hari berinteraksi di ruang siber. 

Ancaman tersebut tidak hanya menyerang privasi, tetapi juga kesehatan mental, keamanan, hingga kebebasan berekspresi.

Dalam materi bertajuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO): Ancaman dalam Ruang Digital yang disampaikan  Ipeh Alaidrus, dijelaskan bahwa KBGO merupakan kekerasan berbasis gender yang difasilitasi teknologi digital, mulai dari telepon genggam, komputer, hingga berbagai platform media sosial. 

Hal ini disampaikan Pemateri Ipe Alaydrus, dalam Workshop Jurnalis Perempuan & KBGO di Biz Hotel, Sabtu (1/8/26). 

“KBGO mencakup beragam bentuk serangan, di antaranya peretasan akun, pelecehan daring, impersonasi, penguntitan digital (cyberstalking), penyebaran konten intim tanpa persetujuan (Non-Consensual Intimate Image/NCII), deepfake porn, sextortion, doxing, hingga cyber grooming,” ujarnya. 

Baca Juga  BGN Serahkan 414 SPPG Bermasalah ke Kejagung untuk Diperiksa, Sebagian dari 16.482 yang Sedang Audit 

Dikatakan, fenomena ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Data UNDP mencatat sepanjang Januari–Oktober 2025 terdapat 330 kasus serangan digital terhadap perempuan di Indonesia, meningkat 14 persen dibanding tahun sebelumnya. Bentuk serangan meliputi penyalahgunaan foto, stalking, hingga deepfake. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

MENYIKAPI insiden dugaan ujaran rasis “monyet” kepada warga Maluku di peristiwa konflik Matraman, Jakarta, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Ambon menyampaikan…