“Silaturahmi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum penyampaian aspirasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui evaluasi, koordinasi lintas lembaga, serta perbaikan pelayanan kepada nelayan di Maluku,” ujarnya.
HIMAPIKANI Wilayah VII menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan kelautan dan perikanan Maluku secara kritis, konstruktif, dan berbasis kepentingan masyarakat.
“Potensi laut Maluku harus berbanding lurus dengan kesejahteraan nelayan. Jangan sampai kekayaan sumber daya perikanan besar, tetapi masyarakat pesisir justru masih menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pelayanan dan akses terhadap pembangunan,” tutupnya. (***)










