BeritaDaerahOpiniUtama

Groundbreaking Blok Masela: Momentum Ekonomi atau Sekadar Seremoni?

4
×

Groundbreaking Blok Masela: Momentum Ekonomi atau Sekadar Seremoni?

Sebarkan artikel ini
Pengamat Publik, Yansi Latupeirissa

Keputusan Investasi Final (Final Investment Decision / FID) sesungguhnya baru ditargetkan tuntas pada Desember 2026. Groundbreaking di bulan Juli ini lebih berfungsi sebagai penanda dimulainya tahap Front-End Engineering Design (FEED) dan early works — sebuah langkah politis untuk memastikan proyek ini “tidak bisa mundur lagi”, meski uang besar konstruksi belum sepenuhnya mengalir. Vendor lokal Tanimbar dan Ambon bisa masuk ke dalam rantai pasok INPEX, minimal untuk logistik non-teknis, makanan, dan layanan pendukung.”

Buaian Angka Makro vs Realitas Lapangan

Secara teori ekonomi, suntikan modal sebesar Blok Masela dipastikan akan mengerek PDRB Maluku ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selama fase konstruksi (20262029), perputaran uang dari proyek sipil, pengadaan logistik, dan konsumsi ribuan pekerja akan memicu pertumbuhan ekonomi hingga dua digit. Namun, pertumbuhan ekonomi (PDRB) hanyalah alat ukur total nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu wilayah, bukan alat ukur kesejahteraan warganya. Industri hulu migas seperti Liquefied Natural Gas (LNG) memiliki karakter dasar: sangat padat modal dan sarat teknologi, namun pelit dalam menyerap tenaga kerja lokal tak terampil. Tanpa kebijakan intervensi yang radikal, Maluku berisiko tinggi terjebak dalam ilusi statistik. Hal ini bukan kekhawatiran tanpa dasar. Kita hanya perlu menengok ke provinsi tetangga, Maluku Utara, untuk melihat bagaimana “kutukan sumber daya” (resource curse) bekerja secara nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *