Konklusi :
Tanggal 16 Juli 2026 patut dicatat sebagai hari bersejarah. Namun, groundbreaking ini barulah ketukan palu pertama. Tanpa intervensi radikal untuk membenahi SDM vokasi, regulasi perlindungan pengusaha lokal, dan integrasi infrastruktur wilayah, Blok Masela hanya akan menjadi monumen ekstraktif—di mana gasnya mengalir ke luar negeri, keuntungannya terbang ke Jakarta, dan Maluku hanya kebagian seremoninya saja. *










