BeritaDaerahOpiniUtama

Groundbreaking Blok Masela: Momentum Ekonomi atau Sekadar Seremoni?

4
×

Groundbreaking Blok Masela: Momentum Ekonomi atau Sekadar Seremoni?

Sebarkan artikel ini
Pengamat Publik, Yansi Latupeirissa

Angka Raksasa dan Janji Manis Ekonomi

Nilai strategis Blok Masela memang tak terbantahkan. Dengan total investasi menyentuh angka US$ 20,9 miliar (sekitar Rp 320 – 352 triliun), ini adalah salah satu proyek energi terbesar dalam sejarah Republik. Proyek ini ditargetkan memproduksi 9,5 juta ton Liquefied Natural Gas (LNG) per tahun, memosisikan Maluku sebagai lumbung energi masa depan Indonesia.

Dampak ekonomi yang dijanjikan bak angin surga. Pemerintah dan INPEX memproyeksikan penyerapan hingga 10.000 tenaga kerja selama masa konstruksi (20262029). Kehadiran puluhan ribu pekerja ini secara teoritis akan memicu multiplier effect: menggeliatnya bisnis katering, penginapan, transportasi, hingga ritel di Tanimbar. Namun, teori kerap kali tersandung realitas di lapangan.

Baca Juga  Denzel Washington Secara Terbuka Menyatakan Komitmennya pada Iman Kristen 

Gagap Kesiapan di Garis Depan

Janji 10.000 lapangan kerja menjadi ujian nyata bagi kesiapan daerah. Pertanyaannya tajam: berapa persen dari kuota tersebut yang bisa diisi oleh putra-putri Maluku? Mengingat industri hulu migas menuntut spesifikasi keahlian yang sangat tinggi (highskill), ketiadaan institusi vokasi migas berstandar internasional di Maluku menjadi lubang besar.

Kepanikan ini terlihat di gedung dewan. Hanya beberapa hari menjelang groundbreaking, DPRD Provinsi Maluku baru kelabakan mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Konten Lokal. Sebuah langkah yang seharusnya sudah dikunci dua atau tiga tahun lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *