Menurutnya, melalui workshop diharapkan peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai KBGO sekaligus memperkuat kapasitas dalam meliput dan menangani kasus-kasus terkait secara profesional, sensitif terhadap korban, serta berlandaskan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
“Apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, khususnya IPAS yang selama ini menjadi mitra FJPI Maluku dalam berbagai program peningkatan kapasitas jurnalis,” ujarnya.
Kata Frida, dengan bekal pengetahuan yang diperoleh melalui workshop ini, diharapkan para jurnalis dapat terus menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, beretika, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, perwakilan INPEX, Evants Adam, menilai isu KBGO menjadi tantangan nyata yang harus dipahami oleh insan pers seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.
Peningkatan literasi dan kapasitas jurnalis sambungnya, sangat penting agar pemberitaan mengenai kekerasan berbasis gender dilakukan secara tepat dan tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi korban.
Evants mengaku baru-baru ini mengikuti sebuah kegiatan yang meluncurkan buku mengenai jurnalis perempuan, lebih lanjut dikatakan, salah satu pembahasan yang menarik perhatian adalah fakta bahwa ancaman terhadap jurnalis perempuan sebenarnya telah berlangsung sejak lama, namun kini berkembang dalam bentuk baru melalui ruang digital.










