Rovik menilai anggapan bahwa pengusaha lokal maupun sumber daya manusia Maluku belum siap tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi keterlibatan daerah.
“Kalau memang dinilai belum siap, maka tugas kita adalah menyiapkannya. Sumber daya manusia harus dipersiapkan melalui pendidikan, pelatihan kerja, dan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar agar masyarakat Maluku memiliki kompetensi yang dibutuhkan,” katanya.
Sebaliknya, kata Rovik hal itu harus dijawab dengan langkah-langkah konkret melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja.
Ia optimistis pembangunan Blok Masela akan membuka lapangan kerja dalam jumlah besar. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu mengisi kebutuhan industri migas dan sektor pendukung lainnya saat proyek mulai berjalan. *










