Rony menegaskan, kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab. Media tetap wajib berpegang pada ketentuan hukum dan Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas.
Workshop tersebut menegaskan bahwa kualitas berita olahraga tidak ditentukan oleh kemampuan menulis semata. Wartawan harus mampu membaca data, memahami aturan pertandingan, menggunakan istilah secara tepat, melakukan konfirmasi, serta memahami aspek hukum yang melekat pada produk jurnalistik.
Dengan demikian, berita olahraga tidak hanya menarik, tetapi juga akurat, berimbang, berbasis data, dan dapat dipertanggungjawabkan. (AM-18).















