Michael juga menyinggung perkembangan proyek Blok Masela yang menurutnya telah lama berjalan tanpa perkembangan signifikan.
“Usia Blok Masela sudah mencapai sekitar 25 tahun, namun belum menunjukkan progres yang berarti. Setelah Menteri ESDM dilantik, pemerintah mengeluarkan surat peringatan pertama kepada pemegang konsesi sehingga mulai terlihat perkembangan yang ada saat ini,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah agenda lanjutan yang sebelumnya direncanakan pada akhir Juni kemungkinan mengalami penyesuaian jadwal dan bergeser ke bulan Juli.
Di akhir pernyataannya, Michael mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat penegakan hukum di sektor mineral dan energi.
“Kita berharap para pemimpin diberikan kesehatan dan kekuatan agar penegakan hukum tidak hanya dilakukan di Maluku, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia, khususnya dalam pengelolaan sektor mineral secara tertib dan berkeadilan,” tutupnya. (AM-29).










