Pola asuh holistik ini mencakup pemenuhan gizi yang seimbang, menjaga kesehatan fisik, memberikan pendidikan dan perlindungan, serta membina kesehatan mental anak agar mampu bertahan di tengah tekanan kehidupan.
Selain aspek fisik dan mental, pembentukan karakter berbasis nilai-nilai spiritual dan moral juga menjadi fokus utama. Orang tua diimbau untuk menanamkan nilai-nilai dasar seperti kejujuran, empati, disiplin, dan rasa syukur sejak dini, seraya tetap memberikan ruang yang cukup bagi anak untuk berkembang sesuai dengan potensi dan keahlian masing-masing.
Guna menciptakan generasi penerus yang unggul, DWP mengajak seluruh orang tua untuk menerapkan formula pengasuhan berimbang: menggabungkan kasih sayang dengan ketegasan, membimbing dengan keteladanan, serta mendidik dengan penuh kesabaran.
“Ingatlah bahwa anak belajar bukan hanya dari apa yang kita ucapkan, tetapi dari apa yang kita lakukan setiap saat. Mari kita jadikan rumah sebagai sekolah pertama yang penuh cinta, dan diri kita sebagai guru pertama yang menginspirasi. Dengan begitu, kita akan melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan,” tandasnya.
Sebelumnya, ketua DWP Bagian Umum Setda Kota Ambon, Chatarina Aulele, dalam laporannya menjelaskan Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah belajar bersama guna menjadi orang tua yang lebih bijak, responsif, dan adaptif.










