Sementara itu, Suahasil mengatakan akan melakukan peninjauan terhadap seluruh keputusan pengangkatan pejabat tersebut setelah ditunjuk sebagai Menteri Keuangan. Dalam pesan kepada pejabat senior Kemenkeu pada Jumat yang dilihat Reuters, Suahasil disebut telah menyarankan Purbaya menunda pelantikan pejabat sampai keberatan dari pimpinan Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai diselesaikan.
Kantor Bea dan Cukai kemudian menyatakan masih menunggu arahan dari Menteri Keuangan yang baru terkait pengangkatan pejabat tersebut. Perselisihan dengan pejabat di Kemenkeu bukan satu-satunya perbedaan yang pernah terjadi selama Purbaya menjabat Menteri Keuangan. Reuters melaporkan Purbaya sebelumnya sempat berbeda pandangan dengan Gubernur Bank Indonesia saat itu, Perry Warjiyo, terkait kebijakan penempatan dana pemerintah pada bank-bank BUMN untuk mendorong penyaluran kredit.
Purbaya juga pernah berbeda pandangan dengan Kepala Danantara Rosan Roeslani mengenai rencana penggunaan laba badan pengelola investasi tersebut. Purbaya sebelumnya menyebut Danantara akan mentransfer Rp 120 triliun atau sekitar US$6,8 miliar dari laba untuk membantu memenuhi target defisit fiskal tahun berjalan.
Rosan kemudian mengatakan belum ada pembahasan mengenai rencana tersebut. Pergantian Menteri Keuangan kini menempatkan Suahasil pada posisi penting dalam pengelolaan fiskal Indonesia. Suahasil menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah kebijakan dan penempatan pejabat di Kemenkeu. **













