Dikutip dari Kontan.co.id, Suahasil sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan kemudian melakukan serah terima jabatan dengan Purbaya pada Selasa (15/9/2026). Perselisihan tersebut memuncak dalam acara pelantikan dan pengukuhan ratusan pejabat Kemenkeu pada Kamis (10/9/2026).
Dalam acara tersebut, Purbaya menyampaikan bahwa rotasi dilakukan berdasarkan penilaian profesional serta konsultasi dengan pejabat terkait. Menurut dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Djaka kemudian menyampaikan keberatannya kepada Prabowo pada Jumat (11/9/2026), sebelum Presiden bertolak ke India untuk menghadiri KTT BRICS.
Prabowo kembali ke Jakarta pada Senin. Pada hari yang sama, Purbaya mendapat informasi mengenai pencopotannya melalui telepon dari juru bicara Presiden ketika tengah mengikuti rapat dengan DPR yang membahas rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2027, menurut salah satu sumber Reuters.
Sehari setelahnya, Purbaya mengatakan perombakan internal Kemenkeu turut berperan dalam pencopotannya. Namun, dia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai persoalan tersebut.Perselisihan di internal Kemenkeu disebut tidak hanya berkaitan dengan rotasi pejabat.
Menurut salah satu sumber, Purbaya dan Bimo juga memiliki perbedaan pandangan terkait restitusi pajak. Bimo disebut mendukung pembayaran restitusi secara tepat waktu, sementara Purbaya cenderung meminta proses pengembalian dana dilakukan lebih hati-hati untuk memastikan klaim perusahaan telah diperiksa dan mencegah kebocoran penerimaan negara.













