Rekaman yang dirilis pada 22 Oktober itu memperlihatkan model drone yang disebut telah mengalami sejumlah peningkatan. Drone ini dilaporkan mempunyai kapasitas hulu ledak yang meningkat dari 50 kilogram menjadi 100 kilogram.
Hulu ledak ini sekaligus meningkatkan kerusakan terhadap target hingga sekitar 2,3 kali lipat.
Selain membawa hulu ledak lebih besar, Arash-3 mendapatkan pembaruan sistem navigasi yang dapat beroperasi tanpa bergantung sepenuhnya pada GPS.
Drone ini juga diklaim menggunakan teknologi penargetan berbantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dari sisi desain, varian terbaru ini memperlihatkan konfigurasi sayap berbentuk delta dan dua permukaan penstabil vertikal.
Iran juga disebut mengembangkan konfigurasi dengan mesin jet mikro, berbeda dari sejumlah varian sebelumnya yang menggunakan mesin piston. (Tribun-Video.com)










