BeritaInternasionalUtama

Iran Mulai Diserang Dari Dalam: Markas Militer Diserbu-Tentara Tewas

1
×

Iran Mulai Diserang Dari Dalam: Markas Militer Diserbu-Tentara Tewas

Sebarkan artikel ini
Foto: FILE PHOTO:Para pejuang Kurdi Iran dari Partai Kebebasan Kurdistan (PAK) mengikuti sesi pelatihan di sebuah pangkalan di pinggiran Erbil, Irak, 12 Februari 2026. REUTERS/Thaier Al-Sudani/File Photo

JAKARTA – Kontak senjata mematikan meletus di dekat desa perbatasan Sianav, Kabupaten Marivan, setelah pangkalan militer Iran diserang secara tiba-tiba pada Minggu (02/08/2026) sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Insiden berdarah ini menewaskan satu tentara Angkatan Darat Iran dan melukai satu personel lainnya secara fatal.

Berdasarkan laporan Hengaw Organization for Human Rights, prajurit yang tewas dalam baku tembak tersebut teridentifikasi sebagai Abolfazl Goudarzi. Abolfazl kehilangan nyawanya di tempat, sementara rekannya yang terluka parah langsung dievakuasi ke pusat medis di Marivan untuk mendapatkan penanganan medis, dilansir CNBC Indonesia.

Pernyataan resmi dari Brigade Marivan ke-328 Angkatan Darat Iran membenarkan adanya insiden penyerangan tersebut.
“Pangkalan perbatasan telah menjadi target serangan amunisi berkeliaran (loitering munitions) dan tembakan RPG,” ungkap Brigade Marivan ke-328 dalam keterangan yang didapatkan Hengaw, Minggu (2/8/2026).

Meski belum ada kelompok yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab, sumber internal Hengaw mengonfirmasi bahwa para pejuang yang terlibat dalam serangan tersebut merupakan anggota Partai Kehidupan Bebas Kurdistan (PJAK). Pihak PJAK dilaporkan mundur tanpa mengalami korban jiwa sama sekali dalam bentrokan bersenjata itu.

Serangan mematikan di wilayah perbatasan Iran ini terjadi di tengah memuncaknya kerentanan keamanan di Wilayah Otonomi Kurdistan, Irak Utara. Kawasan tersebut kini menghadapi ancaman baru menyusul langkah Amerika Serikat (AS) yang menarik sistem pertahanan udara Patriot dari pangkalan militernya.

Penarikan peralatan tempur ini memicu kekhawatiran besar mengingat Kurdistan Irak telah dihantam oleh sekitar 1.000 rudal dan drone sejak dimulainya perang AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Rentetan gempuran tersebut telah menelan puluhan korban jiwa serta memaksa sejumlah perusahaan energi besar menangguhkan operasional mereka secara total.

Laporan jurnalis Amberin Zaman di Al-Monitor menyebutkan bahwa proses penarikan pasukan AS telah dimulai sejak pekan lalu, di mana sebagian besar personel tempur dan peralatan berat telah ditarik keluar. Seluruh baterai rudal anti-udara Patriot juga telah direlokasi ke titik yang dirahasiakan, meskipun beberapa sistem pertahanan sekunder dilaporkan masih disiagakan di lokasi.

Pemerintah Iran diprediksi dapat menafsirkan reposisi pertahanan AS ini sebagai celah peluang untuk melancarkan lebih banyak serangan mematikan terhadap Wilayah Kurdistan. Wilayah tersebut selama ini dipandang sebagai titik aman, namun rentan karena menjadi basis pelarian bagi banyak kelompok oposisi Kurdi-Iran, sehingga secara konsisten terus menjadi target gempuran rezim Teheran dalam enam bulan terakhir. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *