“Kalau tidak tahu, tanya. Kalau tahu istilahnya, ambil istilah umum. Kita harus pandai-pandai melakukan konfirmasi dan berbasis data serta pengetahuan,” ujarnya.
Novi juga menekankan pentingnya data sebagai kekuatan dalam penulisan berita olahraga. Skor, statistik, hasil pertandingan, dan fakta teknis yang telah diverifikasi dapat membuat berita lebih tajam sekaligus membantu pembaca memahami jalannya pertandingan.
Ia mencontohkan kemenangan angka dalam tinju. Hasil 50-41 memiliki makna berbeda dengan kemenangan tipis 3-2. Perbedaan angka tersebut dapat menjadi informasi penting untuk menggambarkan apakah pertandingan berlangsung dominan, ketat, atau dramatis.
“Menang angka pun bisa 50-41 atau 3-2. Kalau angkanya menunjukkan pertandingan berlangsung ketat atau dramatis, itu bisa menjadi bagian dari judul,” katanya.
Namun, Novi mengingatkan bahwa upaya membuat berita menarik tidak boleh mengorbankan akurasi. Judul harus berdasarkan fakta, sedangkan paragraf pembuka harus langsung menjelaskan inti peristiwa.
“Judul dan paragraf pembuka harus memberi tahu pembaca apa yang terjadi. Setelah itu baru informasi lainnya diruntut,” tuturnya. (AM-18).















