Arikamedia.id, AMBON — Wartawan olahraga dituntut tidak sekadar mencatat hasil pertandingan, tetapi juga memahami aturan, sistem penilaian, istilah teknis, serta data pertandingan agar berita yang disajikan akurat dan tidak menyesatkan publik.
Hal itu disampaikan wartawan senior olahraga, Novi Pinantoan, dalam Workshop Peningkatan Kapasitas Humas KONI Kota Ambon di Cafe Ujung JMP, Sabtu (19/9/26).
Workshop tersebut membahas manajemen olahragawan, kompleksitas persoalan olahraga, hukum keolahragaan, hingga perlindungan hukum bagi jurnalis.
Novi menegaskan, penguasaan terhadap cabang olahraga yang diliput menjadi modal penting bagi wartawan. Tanpa memahami aturan, wartawan berpotensi keliru dalam menilai sebuah pertandingan, termasuk ketika mengkritisi keputusan wasit atau juri.
“Kalau kita menulis langsung bahwa wasit atau juri tidak adil, kita mesti tahu juga sistem yang dihitung itu apa,” kata Novi.
Ia mencontohkan olahraga tinju. Petinju yang terlihat lebih banyak melancarkan pukulan tidak otomatis menjadi pemenang. Ada sistem penilaian yang menjadi dasar juri dalam menentukan hasil pertandingan.
Karena itu, menurut Novi, wartawan harus memahami mekanisme penilaian sebelum menyimpulkan adanya ketidakadilan dalam pertandingan.















