Arikamedia.id – Menteri dan anggota Riksdag tidak punya mobil dinas maupun sopir pribadi. Mereka naik kereta dan bus bareng warga biasa. Cuma Perdana Menteri yang punya hak kendaraan pengamanan secara tetap.
Untuk perjalanan tugas, setiap anggota dapat kartu kereta tahunan dengan perjalanan tanpa batas. Kalau terpaksa pakai mobil sendiri, diganti SEK 38 per 10 km. Jadi yang diganti biayanya, bukan dikasih mobilnya. Perjalanan udara dalam negeri pun aturannya kelas ekonomi. Kalau mau pilih moda yang lebih mahal dari opsi termurah, harus bisa memberi alasan.
Soal tempat tinggal, anggota yang jaraknya lebih dari 50 km dari gedung parlemen memang difasilitasi tempat menginap. Tapi bentuknya flat sederhana milik parlemen. Perabot standar, dapur seadanya, dan pembagiannya diatur per fraksi. Bukan rumah dinas, bukan uang tunai.
Kalau stok flat tidak cukup, baru anggota boleh sewa sendiri dengan plafon penggantian SEK 9.000 per bulan. Yang punya unit sendiri hanya diganti iuran bulanannya, cicilan dan bunga KPR tidak ditanggung.
Bahkan untuk urusan keluarga menginap ada aturannya. Pasangan dan anak boleh menginap, tapi anggota harus bayar per malam. Anak di bawah 18 tahun baru gratis. Teman dan kerabat lain hanya boleh mampir singkat, tidak boleh menginap sendirian di situ.










