BALI – Ketidakpastian geopolitik dunia menegaskan pentingnya ketahanan energi (energy security) selain energy sustainability dan affordability. LNG yang bersumber dari dalam negeri dan energi fosil paling bersih akan berperan penting untuk mendukung ketahanan energi dan energi transisi terutama untuk kelistrikan nasional.
Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) sekaligus Pelaksana Harian Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Rakhmad Dewanto, mengatakan pertumbuhan kebutuhan gas didorong oleh meningkatnya konsumsi listrik akibat ekspansi sektor industri, elektrifikasi transportasi, berkembangnya kawasan ekonomi baru, serta meningkatnya kebutuhan pusat data (data center) yang dalam lima tahun mendatang diperkirakan membutuhkan tambahan listrik sekitar 15 gigawatt.
“Permintaan listrik Indonesia akan terus meningkat. Karena itu kita membutuhkan pasokan energi yang aman, andal, dan fleksibel. Dalam konteks tersebut, gas tidak hanya berperan sebagai energi transisi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan nasional,” ujar Rakhmad saat menyampaikan paparannya dalam Acara The 5th IndoPACIFIC LNG Summit 2026 di Intercontinental Resort Jimbaran, Bali jelang akhir Juli lalu.










